Senin, 01 Januari 2018

BEGINILAH SEHARUSNYA MENTAL MUJAHID

Image Source : Pixabay

Seorang Mukmin mujahid sejati, selalu unggul dalam semangat hidup dikarenakan mereka memiliki kekuatan spiritual. Kekuatan inilah yang selalu bergelora di dalam dada mereka. Itulah yang membuat sorot mata mereka selalu tajam, sebagai wujud hati yang kokoh.

Itulah yang membuat mereka memiliki harapan, optimisme, di saat virus keputusasaan mematikan semangat hidup orang lain.
Tak pernahkah kesedihan menghinggapi mereka? Tidak adakah ketakutan, kegelisahan, dan kegalauan?

Ketulian tidak mencegat Musthafa Shadiq Al-Rifai menuju puncak, sebagai salah satu sastrawan Muslim terbesar abad ini. Dan kelumpuhan takluk di depan tekad baja Syeikh Ahmad Yasin yang menjadi mujahid besar abad ini, bukan saja menantang Israil tetapi menantang dunia.

Stagnasi jiwa yang menimpa aktifis dakwah Muhammad Quthb justru melahirkan karya tulis Manhaj Tarbiyah Islamiyah I-II, memperoleh hadiah nobel dunia Islam dari kerajan Saudi.

Sebagaimana layaknya manusia, kehidupan seorang Mukmin-mujahid juga fluktuatif (naik-turun). Ada saat dimana ia naik, sukses, dan gembira. Di saat yang lain, mereka gagal dan tertunda keinginannya, sehingga membuat takut, cemas, sedih, dan gundah gulana. Bahkan terkadang mereka merasakan berada pada puncak stagnasi (futur).

Yang membedakan para mujahid ini dari manusia umumnya bahwa mereka memiliki keterampilan bagaimana mempertahankan vitalitas, melawan ketakutan-ketakutan, kegalauan, kecemasan, dan menghalau keputusasaan.

Mereka mendeteksi sejak dini tanda-tanda itu, dan sekaligus melawan gejala-gejala yang bisa melumpuhkan jiwa itu. Kemampuan mengelola gejolak internal menjadikan mujahid memiliki stamina ruhaniah yang stabil.

Keunggulan spiritual itu biasanya dibentuk dari keyakinan dan sikap pembenarannya terhadap alam ghaib. Dan proses perawatan ketahanan itu berpangkal dari tradisi spiritual yag khas dan unik.

Inilah yang menjadikan Ibrahim Al-Aโ€™dzam mengungkapkan apa yang dirasakannya pada penghujung tahajjudnya : โ€œKami dalam kelezatan (spiritual). Sekiranya para raja mengetahui bahwa sumber kebahagian itu ada di sini, mereka akan menguliti kami.โ€

Dengan cara menjaga hubungan kecintaan secara timbal balik antara mujahid dengan Allah Subhanahu Wataโ€™ala lewat kultur yang konstan, berkesinambungan, muncullah suasana jiwa yang merasakan intervensi Allah secara langsung. Sehingga pendengaran, penglihatan, langkahnya merupakan jelmaan dari kehendak Allah.

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda, Allah Taโ€™ala berfirman :

ู…ูŽู†ู’ ุนูŽุงุฏูŽู‰ ู„ููŠ ูˆูŽู„ููŠู‘ู‹ุง ููŽู‚ูŽุฏู’ ุขุฐูŽู†ู’ุชูู‡ู ุจูุงู„ู’ุญูŽุฑู’ุจู ูˆูŽู…ูŽุง ุชูŽู‚ูŽุฑู‘ูŽุจูŽ ุฅูู„ูŽูŠู‘ูŽ ุนูŽุจู’ุฏููŠ ุจูุดูŽูŠู’ุกู ุฃูŽุญูŽุจู‘ูŽ ุฅูู„ูŽูŠู‘ูŽ ู…ูู…ู‘ูŽุง ุงูู’ุชูŽุฑูŽุถู’ุชู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ูŠูŽุฒูŽุงู„ู ุนูŽุจู’ุฏููŠ ูŠูŽุชูŽู‚ูŽุฑู‘ูŽุจู ุฅูู„ูŽูŠู‘ูŽ ุจูุงู„ู†ู‘ูŽูˆูŽุงููู„ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฃูุญูุจู‘ูŽู‡ู ููŽุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุญู’ุจูŽุจู’ุชูู‡ู ูƒูู†ู’ุชู ุณูŽู…ู’ุนูŽู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ูŠูŽุณู’ู…ูŽุนู ุจูู‡ู ูˆูŽุจูŽุตูŽุฑูŽู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ูŠูุจู’ุตูุฑู ุจูู‡ู ูˆูŽูŠูŽุฏูŽู‡ู ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ูŠูŽุจู’ุทูุดู ุจูู‡ูŽุง ูˆูŽุฑูุฌู’ู„ูŽู‡ู ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ูŠูŽู…ู’ุดููŠ ุจูู‡ูŽุง ูˆูŽุฅูู†ู’ ุณูŽุฃูŽู„ูŽู†ููŠ ู„ูŽุฃูุนู’ุทููŠูŽู†ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽู„ูŽุฆูู†ู’ ุงุณู’ุชูŽุนูŽุงุฐูŽู†ููŠ ู„ูŽุฃูุนููŠุฐูŽู†ู‘ูŽู‡ู

โ€œBarangsiapa yang memusuhi wali-Ku maka Aku umumkan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan terus-menerus hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan yang sunnah hingga Aku mencintai dia. Jika Aku sudah mencintainya, maka Akulah pendengarannya yang dia mendengar dengannya, dan pandangannya yang dia memandang dengannya, dan tangannya yang dia menyentuh dengannya, dan kakinya yang dia berjalan dengannya. Jikalau dia meminta kepada-Ku niscaya pasti akan Kuberi, dan jika dia meminta perlindungan kepada-Ku niscaya pasti akan Kulindungi.โ€ (HR. Al-Bukhari no. 6502)

Allah memiliki cara sendiri bahwa, gelar mujahid sejati itu tidak diperoleh seseorang dengan gratis (majjanan). Sejarah kepahlawanan manusia sebagian besarnya justru lahir di tengah-tengah tekanan kehidupan yang berat dan kompleks. Tekanan kehidupan secara psikologis, sesungguhnya diperlukan untuk merangsang munculnya potensi yang terpendam dalam diri dan memberikan stimulasi kreativitas dan dinamika.

Bukan situasinya yang kita persoalkan, tetapi pada dasarnya manusia membutuhkan stimulasi yang kuat untuk bergerak. Manusia adalah produk sebuah lingkungan. Di antara stimulan jiwa adalah tekanan hidup, kesempitan, musibah dan lain-lain.

Seorang ahli hikmah mengatakan, โ€œBergeraklah karena dalam gerakan itu ada barakah."
Barakah artinya tambahan kebaikan, baik berupa materi maupun immateri, kualitas dan kuantitas.

Karakteristik Mukmin sejati pandai dalam mensiasati tekanan maupun musibah. Ia selalu menemukan celah di balik kebuntuan dan secercah sinar di balik kegelapan.


Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar
Sumber : hidayatullah(dot)com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nabi Yahya, Pemuda yang Dirindu Sejarah

"wa salaamun โ€˜alayhi yawma wulida wa yawma yamuut wa yawma yubโ€™atsuun," Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahi...