👣 PERJALANAN RISALAH
° ° ° ° ° ° ° ° ° ° ° ° ° ° ° ° ° ° ° ° °
As-Sunnah sebagai Al-Bayan/Penjelas dari Al-Qur’an
(1) Pedoman hidup kedua yang tidak bisa dipisahkan dari al-Qur’an adalah Sunnah Rosul, sebagaimana hadits Rosulullah saat beliau khutbah di Hijjatul Wada’.
“Taroktu fiikum amroini in tamassaktum bihima lan tadhillû abadan, kitâballahi wa sunnata rosûlihi.”
Artinya : "Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara, jika kamu berpegang teguh dengan keduanya, kalian tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah dan Sunnahku." (HR Muslim, Tirmidzi).
(2) As-Sunnah merupakan segala hal yang bersumber dari Nabi Muhammad SAW, baik perbuatan (fi’il), ucapan (qaul), ilmu, aqidah, atau ketetapan (taqrir) lainnya.
(3) As-Sunnah adalah tuntunan yang berasal dari Rasulullah SAW. Dan Allah SWT memerintahkan kita untuk menerima apa-apa yang diberikan Rasul serta meninggalkan yang dilarangnya.
“Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.” (Qs 59 ayat 7)
... dengan mentaati Sunnah Rosul maka itu wujud ketaatan kepada Allah.
“Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.“ (Qs 4 ayat 80)
Rasulullah juga bersabda:
“Barangsiapa yang taat kepadaku, maka sesungguhnya ia telah taat kepada Allah, dan barangsiapa yang durhaka kepadaku, maka sesungguhnya ia telah durhaka kepada Allah.” (HR. Bukhari, Muslim dan Ibnu Majah)
(4) Kedudukan As-Sunnah terhadap Al-Qur’an adalah sebagai penjelas/Al-Bayan dari Al-Qur’an.
"(mereka Kami utus) dengan membawa keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan Ad-Zikr (Al-Qur'an) kepadamu, agar engkau menerangkan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan agar mereka memikirkan." (Qs 16 ayat 44)
Diantaranya Sebagai :
1) Bayan taqrir : menguatkan Al-Qur’an
2) Bayan tafsir : menjelaskan maksud Al-Qur’an
3) Bayan tafsil, yaitu bayan yang berfungsi menjelaskan/menguraikan lebih rinci ayat Al-Qur’an yang mujmal
4) Bayan Taudhihi, yaitu menerangkan maksud dan tujuan sesuatu ayat Al-Qur’an
5) Bayan tasyri : menambah ketetapan Al-Qur’an atau menetapkan hukum baru yang tidak terdapat dalam Al-Qur’an, dan
6) Bayan takhsis : menetapkan yang khusus dari yang umum.
Dengan memahami kedudukan As-Sunnah terhadap Al-Qur’an menunjukan Rosulullah telah menjalankan tugas secara sempurna dari Allah yaitu menyampaikan Al-Qur’an, menjelaskan Al-Qur’an, dan mencontohkan dalam membumikan Al-Qur’an (iqomatul kitab).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar