Minggu, 11 November 2018

Diin Islam (Part 1)

🌷DIN ISLAM

(1) Pengertian Din

1.1 Ad-Din berasal dari bahasa Arab “Daana – Yadiinu – Diinan” memiliki arti yang banyak yaitu agama, jalan hidup, tatanan, hukum, dan lain lain.

1.2 Dalam kamus Bahasa Arab disebutkan beberapa makna دين diantaranya adalah :

1) السلطان والحكم = kekuasaan dan hukum
2) الطاعة =ketaatan
3) الجزأ = pembalasan
4) العادة = kebiasaan
5) الحساب = perhitungan
6) الملة = agama

1.3 Terminologi ad-Dien dalam al-Qur’an mencakup 5 point yaitu :

a) Sumber atau asal dari Din :

Ada dua sumber atau asal dari Din, yaitu dari Allah Dinullah atau Dinul Haq
dan Din selain dari Allah (din selainnya/‘ala dinnikullihi)

“Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.” (Qs 48 ayat 28)

“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.” (Qs 9 ayat 29)

... selain dinullah/ghoero dinillah

“Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.“ (Qs 3 ayat 83)

... atau selain Islam/ghoer islam

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Qs 3 ayat 85)

b) Ruang Lingkup Din :

1) Sistem Hukum/Dinil Malik

“Maka mulailah Yusuf (memeriksa) karung-karung mereka sebelum (memeriksa) karung saudaranya sendiri, kemudian dia mengeluarkan piala raja itu dari karung saudaranya. Demikianlah Kami atur untuk (mencapai maksud) Yusuf. Tiadalah patut Yusuf menghukum saudaranya menurut undang-undang raja, kecuali Allah menghendaki-Nya. Kami tinggikan derajat orang yang Kami kehendaki; dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang Maha Mengetahui. “ (Qs 12 ayat 76)

... atau Syari’ah

“Kepunyaan-Nya-lah perbendaharaan langit dan bumi; Dia melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan(nya). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qs 42 ayat 13)

“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih.“ (Qs 42 ayat 21)

2) Sistem Kekuasaan/Sulthon

“Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (Qs 12 ayat 40)

3) Sistem Peribadatan

“Katakanlah: "Hai orang-orang kafir.”
“Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.“
“Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.”
“Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.”
“dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.“
“Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku." (Qs 109 ayat 1-6)

“Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap daripada Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.“ (Qs 4 ayat 104)

c) Wujud Din

1) Nidhamul Hayyah/Sistem Hidup, seperti sistem hidup yang dijalani Fir’aun wa qaumihi.

“Dan berkata Fir'aun (kepada pembesar-pembesarnya): "Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya, karena sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi." (Qs 40 ayat 26)

Sistem hidup yang dijalani Nabi Musa AS wa ummatihi.

“(Musa berkata): "Hai kaumku, untukmulah kerajaan pada hari ini dengan berkuasa di muka bumi. Siapakah yang akan menolong kita dari azab Allah jika azab itu menimpa kita!" Fir'aun berkata: "Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik; dan aku tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar." (Qs 40 ayat 29)

2) Nidhamul Ibadah atau Sistem Peribadatan

“Katakanlah: "Hai orang-orang kafir.”
“Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.“
“Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.”
“Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah”,
“dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah“
“Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku." (Qs 109 ayat 1-6)

Ada yang diibadahi (sebagai tujuan),
ada aturan pengabdian (sebagai proses ibadah), dan
ada masyarakat pengabdi (sebagai pelaksana ibadah).

d)Tujuan Din : Ditegakannya Din/Idzharuddin sebagai Rahmatan Lil Alamin

“Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.” (Qs 48 ayat 28)

“Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai." (Qs 9  ayat 33)

“Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci.” (Qs 61 ayat 9)

e) Pembalasan الحساب ; Yaumiddin

“Yang menguasai di Hari Pembalasan.” (Qs 1 ayat 3)

“Tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?“
“Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?“
“(Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.” (Qs 82 : 17 ayat 19)

(2) Pengertian Islam

Islam Menurut Bahasa, berasal dari kata :
1) Salima yaslamu silman, damai, jauh dari pertentangan/permusuhan.

2) Salima yaslamu salamun, selamat, sejahtera, suci, jauh dari kekotoran.

3) Sallama yusalimmu tasliman, tunduk patuh, taat, berserah diri.

4) Salama yuslimu sulaman, tangga, tingkatan, jenjang menuju kesempurnaan.

“Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.” (Qs 3 ayat 83)

“(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Qs 2 ayat 112)

“Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik- baik Penolong.” (Qs 22 ayat 78)

(3) Pengertian Din Islam

Dalam terminology hadist Rosul, bahwa Din Islam adalah
Arqanul Iman, Arqanul Islam, dan Ihsan.

Pengertian Din Islam adalah
tatanan atau sistem hidup (Nidhamul hayat) dan sistem peribadatan (Nidhamul Ibadah) yang bersumber dari Allah Dinullah yang haq/Dinul haq, yang melingkupi aqidah, syari’ah, dan akhlaq atau Iman, Islam, dan Ihsan agar manusia mengabdi kepada Allah yang dengan ketundukannya, manusia akan menemukan ketentraman jiwa, ketinggian derajat, dan keselamatan jiwa raga, dunia dan akhirat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nabi Yahya, Pemuda yang Dirindu Sejarah

"wa salaamun ‘alayhi yawma wulida wa yawma yamuut wa yawma yub’atsuun," Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahi...