Minggu, 11 November 2018

Diin Islam (Part 3)

🍃🌹DI BALIK EMBUN PAGI
▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪

Fitrah Insaniyah dalam ber-Din Islam

(1) Kata fitrah berasal dari kata (fi’il) fathara yang berarti “menjadikan”, “membuka” atau “menguak”, juga berarti perangai, tabiat, kejadian, asli, agama, ciptaan.

Secara bahasa, fitrah artinya al khilqah yaitu keadaan asal ketika seorang manusia diciptakan oleh Allah. Fitrah adalah suatu kemampuan manusia yang diberikan oleh Allah SWT sejak manusia dilahirkan ke dunia dan itu adalah anugrah sebagai alat untuk mengabdi.

(2) ”Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi." (HR. Bukhari)

(3) Fitrah atau keadaan jiwa (ruh) asli manusia adalah mengakui Allah SWT. Fitrah ‘Alastu bi Robbikum (7:172), maka :

1) dengan menghayati Rabb al-kholiqul insan dan manusia adalah makhluq, maka fitrah manusia adalah taslim kepada Allah dalam Din Khalis (39:2-3), Dinnullah (110:1-3).

“Sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.”
“Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya." Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.” (Qs 39 ayat 2-3)

Dinnullah...

“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,”
“dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,“
“maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.” (Qs 110 ayat 1-3)

2) Dengan menghayati Rabb Al-Akram dan manusia mukarram dari asal hina min alaq, maka fitrah manusia adalah ta’dzim kepada Allah dalam Din Hanif (30:30).

"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui," (QS. 30 Ayat 30)

dan...

3) Dengan menghayati Rabb Al-Aliem dan manusia maa lam ya’lam, maka fitrah manusia adalah tahkim kepada Allah dalam Din Al-Qoyyim (98:5).

"Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah, dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan sholat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." (QS. 98 Ayat 5)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nabi Yahya, Pemuda yang Dirindu Sejarah

"wa salaamun ‘alayhi yawma wulida wa yawma yamuut wa yawma yub’atsuun," Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahi...