Sabtu, 07 April 2018

ALLOH AL-KHOLIQ

Image Source : Pixabay
Kita telah mengetahui bahwa sesungguhnya satu-satunya jalan menggapai mardhotillah (kebahagiaan/keselamatan di dunia dan akhirat) hanyalah dengan cara mengabdikan seluruh hidup dan kehidupan kita kepada Alloh, dalam artian melaksanakan setiap perintah Alloh dan menjauhi setiap larangan-Nya. Timbul satu pertanyaan yang sangat mendasar, mengapa kita bersedia/rela diperintah dan dilarang oleh Alloh? Jawabannya adalah –pertanyaan- Apa hubungan kita dengan Alloh? Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, ada dua hal yang harus kita ketahui terlebih dahulu, yaitu Kedudukan Alloh dan kedudukan kita dihadapan-Nya.


ALLOH AL-KHOLIQ

Alloh Subhanahu wa Ta’ala adalah Pencipta (Al-Kholiq) seluruh alam semesta. Dia-lah Yang menciptakan langit dan bumi beserta segala isinya sendiri tanpa bantuan siapa atau apapun. Kita bisa bayangkan, bila kita melihat ke atas (baik dengan mata telanjang atau pun dengan teleskop di planetarium), sejauh mata memandang, itu belum langit ke satu. Konon, penjelajahan yang dilakukan manusia (team NASA) baru sampai Planet Mars (Planet terdekat kedua dengan Bumi) yang diperkirakan jaraknya 600.000 km dari permukaan bumi yang kita pijak. Bayangkan berapa jauh lagi jarak yang harus ditempuh, berapa lama lagi waktu yang akan digunakan, berapa milyar Dollar lagi biaya yang harus dihabiskan untuk mencapai planet terjauh dari pusat tata surya (matahari) kita ? Dan kalaupun manusia bisa sampai kesana, itu belumlah sampai batas langit lapis kesatu. Padahal menurut ilmu pengetahuan yang kita pernah pelajari (para antariksawan), langit pertama yang menaungi kita ini sebetulnya terdiri dari sekitar 40 milyar galaksi. Dan setiap galaksi diperkirakan ada 40 milyar bintang. Dan salah satu bintang terdekat kepada bumi kita adalah matahari. Bisa dibayangkan, betapa kecilnya kita dibandingkan dengan langit yang Alloh ciptakan dan betapa Agung dan Maha Besar-nya Alloh Yang telah menciptakannya. Hebatnya lagi, setiap lapis langit itu masih terdiri dari susunan galaksi yang diperkirakan jauh lebih banyak lagi dan semuanya berdiri tanpa tiang penyangga serta setiap bintangnya pun tergantung tanpa tali. Jadi, layakkah kita bertasbih kepada Alloh? Subhanalloh!

“Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas â€˜Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu”.
(Coba lihat Al-Qur’an surat Ar-Ra’ad, 13 ayat 2)

“Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan”.
(Lihat juga Al-Quran surat Ar-Rohman, 55 ayat 33)

Alloh menciptakan planet-planet yang salah satunya adalah bumi yang kita pijak selama ini. Saya ingat ketika masih duduk di SMP, ada keterangan bahwa, menurut para ahli, planet bumi yang kita pijak ini adalah planet yang “paling ramah” di antara planet lainnya. Di bumi ini Alloh ciptakan oksigen yang dengannya kita bisa bernafas. Alloh ciptakan pula hutan dan pepohonan yang dengannya sirkulasi gas-gas alam (Carbon diproses sedemikian rupa sehingga kembali menjadi oksigen). Alloh ciptakan air sebagai penopang kehidupan yang sangat vital bagi seluruh makhluk. Alloh menciptakan tanah yang mengandung banyak unsur hara dan berbagai mineral dan bahan tambang. Alloh ciptakan angin yang dengannya tertiuplah awan-awan, kemudian darinya Alloh ciptakan hujan yang dengannya hidup dan berkembanglah tumbuh-tumbuhan yang dengannya hewan-hewan herbivora dan omnivora bisa hidup dan berkembang biak. Alloh ciptakan pula hewan karnivora yang dengannya keseimbangan ekosistem tetap terjaga. Pendek kata, Alloh-lah Tuhan (Al-Kholiq) yang menciptakan itu semua. DIA ciptakan makhluk yang terkecil (micro cosmos) yang pernah dilihat dan dipelajari dan yang belum ditemukan manusia serta makhluk terbesar (macro cosmos) yang pernah diukur dan yang belum terukur oleh manusia. DIA menciptakannya tanpa cacat (sempurna) sesuai dengan perhitungan yang sangat akurat dan sesuai dengan peruntukkannya masing-masing. Bahkan DIA ciptakan pula rezki bagi tiap-tiap makhluk-Nya dengan sebaik-baiknya. Kemudian DIA tetap (ilham) kan bagi masing-masing cara beraktivitas (beribadah) nya. Semuanya tunduk patuh dan taat kepada ketentuan (sunnatulloh) ini tanpa kecuali. Coba kita lihat dalam Al-Qur’an :

“Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembangbiakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik”. (Luqman, 31 ayat 10)

 â€œLangit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun”. (Al-Isro’,17 ayat 44)

“Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. dan Barangsiapa yang dihinakan Allah Maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki” (Surat Al-Hajj, 22 ayat 18).

“Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan”. (An-Nuur, 24 ayat 41)

“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat  yang dibuat manusia”, (An-Nahl, 16 ayat 68)


MANUSIA ADALAH MAKHLUQ (YANG DICIPTAKAN) YANG DIMULIAKAN ALLOH

Dari keseluruhan makhluk yang diciptakan, manusia (kita) dari saripati tanah (air mani) yang diproses sedemikian rupa menjadi segumpal darah dan daging, dan seterusnya hingga seperti ini dengan sangat sempurma. Mulai dari bentuk fisik, fungsi organ tubuh hingga fungsi setiap sistemnya, seluruhnya diciptakan dengan sangat teliti dan sempurna. Dan untuk keberjalanan/keberlangsungan dari setiap fungsi-fungsi sistem yang ada dalam tubuh ini, Alloh sediakan dan atur rezkinya masing-masing. Contoh, dari setiap makanan yang kita konsumsi (contoh) bala-bala, yang kita tahu hanya memasukkannya ke dalam mulut, tapi tahukah bagaimana fungsi sistem pencernaan kita memproses bala-bala tersebut? Karbohidratnya lari ke mana, dicerna oleh organ apa, kemudian diproses jadi apa. Vitamin dari setiap bagian bala-bala tersebut, seperti –yang berasal dari wortel, kol, toge, serta mineralnya jadi bagaimana dan jadi apa? Belum lagi minyaknya kemana, oleh apa, bagaimana dan jadi apa? Kemudian setelah semuanya terproses dengan sempurna, secara otomatis dialirkan ke saluran pembuangan yang berbeda dengan saluran masuknya tanpa diperintah otak kita. Bisa dibayangkan, bagaimana jadinya bila sistem itu tidak teratur atau memberontak sekehendaknya masing-masing?

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik”. (Lihat Qur’an surat Al-Mu’minun, 23 ayat 12-14)

Lebih dari itu, kita dikaruniai kelebihan di atas makhluk lainnya yang karenanya seluruh makhluk itu ditundukkan oleh Alloh demi kepentingan penyempurnaan penghambaan manusia kepada Alloh bahkan para Malaikat diperintahkan Alloh untuk sujud (menghormat) kepadanya. Kita dikaruniai 3 macam potensi yang paling utama dan tidak diberikan –secara sempurna- kepada makhluk lainnya, yaitu akal, jasmani, dan jiwa (termasuk nafsu). Dengan akalnya, manusia bisa menundukkan hewan-hewan bahkan yang paling buas/liar sekalipun. Dengan akalnya juga manusia bisa meratakan gunung yang sebelumnya menjulang, bahkan menjadikannya sebagai sumur yang dalam. Manusia pun mampu mengubah lautan menjadi daratan, mengubah hutan belantara menjadi padang pasir yang gersang atau sebaliknya, mengubah padang pasir yang gersang menjadi taman-taman subur serta hutan. Coba lihat Qur’an surat :

“Tidakkah kamu perhatikan Sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa kitab yang memberi penerangan“.(Luqman, 31 ayat 20)

“Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan”. (Al-Isro’,17 ayat 70)

“Dan Sesungguhnya Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam hal-hal yang Kami belum pernah meneguhkan kedudukanmu dalam hal itu dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan dan hati; tetapi pendengaran, penglihatan dan hati mereka itu tidak berguna sedikit juapun bagi mereka, karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan mereka telah diliputi oleh siksa yang dahulu selalu mereka memperolok-olokkannya“. (Al-Ahqof,46 ayat 26)

“Maka Apakah kamu mengira, bahwa Sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?“ (Al-Mu’minuun, 23 ayat 115)

DIA lah Alloh Yang Maha Pencipta dan Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Oleh karena itu lah kita wajib mengabdikan hidup kita sepenuhnya kepada Alloh.

“(yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu;

tidak ada Tuhan selain dia; Pencipta segala sesuatu, Maka sembahlah dia; dan Dia adalah pemelihara segala sesuatu“. (Al-An’am ayat 102)


HUBUNGAN ALLOH DENGAN MANUSIA

Penciptaan manusia oleh Alloh ini melahirkan hubungan (status), dimana Alloh sebagai Al-Kholiq yang kedudukannya bagi kita adalah Tuhan (Robb) satu-satunya yang wajib disembah dan kita adalah makhluk yang kedudukannya sebagai hamba dan berkewajiban mengabdi (beribadah) kepada-Nya. Status ini bersifat mutlak.

(Coba lihat Al-Qur’an surat Adz-Dzaariyat, 51 ayat 56)

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”.

Lahir dari keta’ziman (kagum) kepada Alloh yang telah menciptakan langit dan bumi beserta isinya, termasuk kita dengan segala kesempurnaan; sebagai wujud rasa syukur, maka diri membenarkan dan menerima (idi’an-qobul) diri kita sebagai hamba Alloh.


Sumber :
https://bahteranusa.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nabi Yahya, Pemuda yang Dirindu Sejarah

"wa salaamun ‘alayhi yawma wulida wa yawma yamuut wa yawma yub’atsuun," Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahi...