📿 UNTAIAN AYAT CINTA 📖💝
Ma’na Rabb Al-'Aliim dan manusia maa lam ya’lam
(1) Dalam Qur’an surat Al-Alaq ayat 4 :
“Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,”
Allah mengenalkan sifat Al-'Aliim (Maha Pandai) sementara manusia dikeluarkan dari perut ibu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun.
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.“ (Qs 16 ayat 78)
Al-'Aliim berkata kerja ya’lamu (Dia mengetahui). Biasanya Al-Qur’an menggunakan kata itu – untuk Allah – dalam hal-hal yang diketahui-Nya.
“Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan?” (Qs 2 ayat 77)
“Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap al Lata dan al Uzza,” (Qs 53 ayat 19)
“Kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi.” (QS 87 ayat 7)
Allah Yang Maha Pandai ‘Alama mengajarkan al-Qalam kepada manusia apa-apa yang tidak diketahuinya maa lam ya’lam.
“Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.“ (Qs 96 ayat 5)
(2) Manusia akan meraih ilmu dengan instrument yang diberikan Allah berupa panca indera, akal dan hati
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (Qs 16 ayat 78)
... Sebagai alat bagi manusia memperoleh kebenaran dan kesadaran haqiqi.
“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.” (Qs 22 ayat 46)
1) Panca Indera, berguna untuk membaca pesan ilmu disekeliling kita, untuk menangkap gejala-gejala fisik, melihat, mendengar, dan merasa.
2) Akal, berguna menangkap fakta, analisa, dan membuat kesimpulan.
“Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (Qs 13 ayat 3)
“Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (Qs 16 ayat 11)
“Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan kezaliman mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu (terdapat) pelajaran bagi kaum yang mengetahui.” (Qs 27 ayat 52)
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (Qs 7 ayat 179)
3) Ilham, berguna untuk menemukan kesadaran, kendatipun tanpa penalaran.
“Musa berkata: "Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk.” (Qs 20 ayat 50)
4) Wahyu, pengetahuan tertinggi, berasal dari dzat maha tinggi. Sumber kebenaran yang sifatnya mutlak.
“Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.” (Qs 2 ayat 147)
Membimbing manusia dalam jalan kebenaran
“Katakanlah: Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: "Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?" Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?" (Qs 6 ayat 50)
“Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu; tidak ada Tuhan selain Dia; dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.” (Qs 6 ayat 106)
“Dan apabila kamu tidak membawa suatu ayat Al Quran kepada mereka, mereka berkata: "Mengapa tidak kamu buat sendiri ayat itu?" Katakanlah: "Sesungguhnya aku hanya mengikut apa yang diwahyukan dari Tuhanku kepadaku. Al Quran ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." (Qs 7 ayat 203)
“Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang nyata, orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami berkata: "Datangkanlah Al Quran yang lain dari ini atau gantilah dia." Katakanlah: "Tidaklah patut bagiku menggantinya dari pihak diriku sendiri. Aku tidak mengikut kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya aku takut jika mendurhakai Tuhanku kepada siksa hari yang besar (kiamat)." (Qs 10 ayat 15)
“Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu, dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya. “ (Qs 10 ayat 109)
Wahyu tentunya tidak diturunkan kepada semua manusia, tetapi kepada utusan-Nya yaitu Rosulullah
“Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam“
“dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril)“
“ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan“
“dengan bahasa Arab yang jelas.“ (Qs 26 ayat 192-195)
Dari Rosul-lah wahyu disampaikan kepada ummat manusia
“Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (Qs 5 ayat 67)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar