Minggu, 11 November 2018

IMAN

Arti Iman Secara Etimologi

Al Imaan Isim Mashdar yang disusun dari 3 huruf ; Alif, Miem dan Nun, yang memiliki beberapa arti: 

- “الامان” 
Al Amaan artinya Tentramnya hati/tidak adanya rasa takut

- “الامانة”
Al Amaanah artinya Lurus/tidak khianat
 
- “الثقة”
Ats Tsiqoh artinya Percaya
 
- “التصديق”
At Tashdiq artinya Membenarkan

Arti Iman Secara Terminology

Arti iman sebagaimana disebutkan oleh para ulama, yakni:

(1) Tashdiq bi al-janan/al-qolb atau pembenaran dalam hati

“Orang-orang Arab Badui itu berkata: "Kami telah beriman." Katakanlah: "Kamu belum beriman, tapi katakanlah 'kami telah tunduk', karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. 49:14)

“Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian," padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.” (QS. 2:8)

(2) Iqrar bi al-lisan atau pernyataan dengan lisan

“Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya". (QS. 2:136)

(3) 'Amal bi al-arkan atau tindakan dengan anggota badan

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.”(QS. 49:15)

Prinsip Dasar Iman

Iman memiliki prinsip dasar; semua isi hati, ucapan, dan perbuatan menjadi sama dan sejalan dalam satu keyakinan.

Iman kepada Allah adalah sumber dari segala pokok atau rukun iman, dan sumber dari segala cabang-cabang iman.

Mu’min (orang yang beriman) adalah mereka yang di dalam hatinya, pada setiap ucapannya, dan segala tindakannya sama (satu). Maka mu’min adalah orang yang jujur atau orang yang memiliki prinsip dalam hidup.

Iman adalah Jaminan

Keimanan atau keyakinan inilah yang memberikan jaminan yang pasti bagi kehidupan yang membawa kepada kebaikan, keselamatan, dan benarnya hidup menurut Allah SWT.

Keimanan inilah menjadikan hidup seseorang menjadi muflihuun/beruntung atau hidup yang sukses menurut Allah.

“(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.

dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. 2:3-5)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nabi Yahya, Pemuda yang Dirindu Sejarah

"wa salaamun ‘alayhi yawma wulida wa yawma yamuut wa yawma yub’atsuun," Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahi...